KELAS : 3EB06
NPM : 25212550
POKOK BAHASAN : BERFIKIR DEDUKTIF
1. SILOGISME KATEGORIAL
Silogisme adalah
suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua
proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Silogisme terdiri
dari; Silogisme Katagorik, Silogisme Hipotetik dan Silogisme Disyungtif.
Pengertian
Silogisme Kategorial
Silogisme Katagorial
adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang
mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi
premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis
yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut
adalah term penengah (middle term)
Contoh :
- Semua tumbuhan membutuhkan
air (premis mayor).
- Akasia adalah
tumbuhan (premis minor).
- Akasia membutuhkan
air (Konklusi).
Hukum-hukum
Silogisme Katagorial
1)
Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka
kesimpulan harus partikular juga.
Contoh; Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor). Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor). Maka; Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).
Contoh; Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor). Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor). Maka; Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).
2)
Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka
kesimpulannya harus negatif juga.
Contoh; Semua korusi tidak disenangi (mayor). Sebagian pejabat korusi (minor). Maka; Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).
Contoh; Semua korusi tidak disenangi (mayor). Sebagian pejabat korusi (minor). Maka; Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).
3)
Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak
sah diambil kesimpulan. Contoh; Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).
Bambang adalah politikus (premis 2). Kedua premis tersebut tidak bisa
disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat
kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).
4)
Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan
sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang
menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpul dapat diambil jika salah satu
premisnya positif. Contoh; kerbau bukan bunga mawar (premis 1). Kucing bukan
bunga mawar (premis 2). Kesimpulannya? Tidak ada.
5)
Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu,
maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Contoh; semua ikan berdarah dingin.
Binatang ini berdarah dingin. Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja
binatang melata. Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term
redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya
akan salah.
Contoh;
Contoh;
1. kerbau adalah binatang (premis
1).
2. Kambing bukan kerbau (premis
2).
Maka; kambing bukan binatang ?
Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat
positif.
Term penengah harus
bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah
bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.
contoh;
1. Bulan itu bersinar di langit
(mayor).
2. Januari adalah bulan (minor).
Maka; januari bersinar dilangit?
Silogisme harus terdiri tiga term,
yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.
Contoh;
a. kucing adalah binatang (premis1).
b. Domba adalah binatang (premis 2).
c. Beringin adalah tumbuahan
(premis3).
d. Sawo adalah tumbuhan (premis4).
Contoh
Kalimat Silogisme Kategorial
A. Semua Mahasiswa
adalah lulusan SLTA Nanni adalah mahasiswa Jadi Nanni lulusan SLTA
B. Tidak ada Manusia yang kekal Mahasiswa
adalah Manusia Jadi Mahasiswa tidak kekal
C. Semua Manusia berpikir Semua Rusa
bukan Manusia
D. Tidak seekor Ikan pun ayam Semua
Ikan berenang Jadi tidak seekor Ayam pun berenang
E. Semua
Karyawan PT.Makmur masuk kerja Ratna adalah Karyawan PT.Makmur
Jadi Ratna harus masuk kerja
Jadi Ratna harus masuk kerja
F. Manusia selalu bersifat ingin tahu Mahasiwa
adalah Manusia
G. Semua
Vegetarian hanya makan sayur Indah hanya makan sayur Jadi Indah adalah
Vegetarian
H. Beberapa
Hewan berkembang biak dengan bertelur Tidak seorang pun Manusia adalah Hewan
2. SILOGISME HIPOTESIS
ilogisme hipotesis terdiri dari suatu
putusan bersayarat sebagai ”mayor”dalam bentuk ”apabila p maka q”(”p”dan
”q”adalah dua proposisi),lalu suatu ”minor”yang dapat terjadi dalam empat
bentuk,dan akhirnya kesimpulan.
Silogisme Hipotesis adalah jenis
silogisme yang terdiri atas premis mayor yang bersifat hipotesis, dan premis
minornya bersifat katagorial. Silogisme Hipotesis ini dapat dibedakan menjadi 4
macam , yaiu :
1.
Silogisme hipotesis yang premis
minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh :
Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek ( premis
mayor )
Hari ini cerah ( premis minor )
Maka saya akan kerumah kakek ( kesimpulan ).
2.
Silogisme hipotesis yang premis
minornya mengakui bagian konsekuen
Contoh :
Jika hutan banyak yang gundul , maka akan terjadi global
warming ( premis mayor )
Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).
3.
Silogisme hipotesis yang premis
minornya mengingkari antecedent
Contoh :
Jika pembuatan karya tulis ilmiah belum di persiapkan dari
sekarang, maka hasil tidak akan maksimal
pembuatan karya ilmiah telah di persiapkan maka hasil akan
maksimal
4.
Silogisme hipotesis yang premis
minornya mengingkari konsekuen
Contoh :
Bila presiden Mubarak tidak turun , Para demonstran akan
turun ke jalan
Para demonstran akan turun ke jalan
Jadi presiden Mubarak tidak turun.
A. Kaidah silogisme hipotesis
Mengambil konklusi dari silogisme
hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang
penting di sini dalah menentukan ‘kebenaran konklusinya bila premis-premisnya
merupakan pernyataan yang benar.
Bila antecedent kita lambangkan dengan
A dan konsekuen .engan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:
1)
Bila A terlaksana maka B juga
terlaksana.
2)
Bila A tidak terlaksana maka B tidak
terlaksana. (tidak sah = salah)
3)
Bila B terlaksana, maka A terlaksana.
(tidak sah = salah)
4)
Bila B tidak terlaksana maka A tidak
terlaksana.
Kebenaran
hukum di atas menjadi jelas dengan penyelidikan berikut:
Bila terjadi peperangan harga bahan
makanan membubung tinggi
Nah, peperangan terjadi.
Jadi harga bahan makanan membubung
tinggi.( benar = terlaksana)
Benar karena mempunyai hubungan yang
diakui kebenarannya
Bila terjadi peperangan harga bahan
makanan membubung tinggi
Nah, peperangan terjadi.
Jadi harga bahan makanan tidak membubung tinggi (tidak sah =
salah)
Tidak sah karena kenaikan harga bahan makanan bisa
disebabkan oleh sebab atau faktor lain
3. SILOGISME ALTERNATIF
Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh silogisme alternatif :
My : Kucing berada di dalam rumah atau di luar rumah
Mn : Kucing berada di luar rumah
K : Jadi, kucing tidak berada di dalam rumah
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh silogisme alternatif :
My : Kucing berada di dalam rumah atau di luar rumah
Mn : Kucing berada di luar rumah
K : Jadi, kucing tidak berada di dalam rumah
4. ENTIMEN
Silogisme ini jarang ditemukan
dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan
hanya premis minor dan simpulan.
Contoh:
- Dia menerima hadiah pertama
karena dia telah menang dalam kuis itu.
- Anda telah memenangkan kuis ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya
sumber :
http://nadiaputri-pucino.blogspot.com/2012/11/silogisme-kategorial.html
http://fadhilah-ms3.blogspot.com/2014/01/silogisme-hipotesis.html
http://loveyuli.wordpress.com/2010/03/13/macam-macam-silogisme/
http://eggyfachry.blogspot.com/2014/03/silogisme-entimen-generalisasi-analogi.html