BAB 8
KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG
1. Nilai Uang yang Akan Datang
Future
value (terminal value) adalah nilai uang yang akan datang dari satu jumlah uang
atau suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yg dievaluasi dengan suatu
tingkat bunga tertentu.
• FV = P0+
SI= P0+ P0(i)(n)
2. Nilai sekarang
Nilai sekarang dari jumlah yang diperoleh di masa
mendatang atau sering pula disebut dengan present value adalah nilai sejumlah
uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh jumlah yang lebih besar di
masa mendatang. Misalkan P adalah nilai sekarang dari uang sebanyak A pada t
tahun yang akan datang. Bila kemudian diumpamakan tingkat bunga adalah r, maka
bunga yang dapat diperoleh dari P rupiah adalah :
I = P.r.t
dan uang setelah t tahun menjadi :
P + P.r.t = P(1+rt)
Karena A adalah nilai uang sebanyak P pada t tahun
mendaang, maka
P(1+rt) = A
atau
P = A/I + rt
Contoh :
Setahun lagi rudi akan menerima uang sebanyak Rp.
10.000,-. Berapakah nilai sekarang uang tersebut jika tingkat bunga adalah 13 %
setahun?
Dalam masalh ini, A = 10.000,-. r = 0,13 dan t = 1
P = 10.000/ 1 + (0,13)(1)
= 8849,56
Menghitung nilai pada waktu sekarang jumlah uang yang
baru akan dimiliki beberapa waktu kemudian
PV = FV / (1+i)n
Istilah yang digunakan :
Pv = Present Value (Nilai Sekarang)
Fv = Future Value (Nilai yang akan datang)
I = Bunga (i = interest / suku bunga)
n = tahun ke-
An = Anuity
SI = Simple interest dalam rupiah
P0 = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada
periode waktu
3. Anuitas
Anuitas
adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara
berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu anuitas juga diartikan sebagai
kontrak di mana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala
sebagai imbalan premi yang telah Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang
diterima dari obligasi atau dividen tunai dari suatu saham preferen.
Ada dua jenis anuitas:
1) Anuitas biasa (ordinary) adalah
anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode
2) Anuitas jatuh tempo (due) adalah
anuitas yang pembayaran atau penerimaannya dilakukan di awal periode.
3) Nilai Sekarang Anuitas (Present
Value Annuity)
Nilai Sekarang Anuitas adalah nilai
hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang dilakukan secara teratur
selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang harus anda
tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana tertentu
secara teratur dalam jangka waktu tertentu.
4) Anuitas Abadi
Anuitas abadi adalah serangkaian
pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akanberlangsung terus menerus.
PV (Anuitas Abadi) = Pembayaran = PMT
Tingkat suku bunga i
Obligasi terusan adalah sebuah
obligasi terbitan pemerintah inggris untuk mengkonsolidasikan utang-utang masa
lalu, dengan kata lain consol adalah obligasi terusan.
5) Pinjaman yang Diamortisasi
Salah
satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan
secara – dicicil selama waktu tertentu. Termasuk di dalamnya adalah kredit
mobil, kredit kepemilikan rumah, kredit pendidikan, dan pinjaman-pinjaman
bisnis lainnya selain pinjaman jangka waktu sangat pendek dan obligasi jangka
panjang. Jika suatu pinjaman akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya
(bulanan, kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini disebut juga sebagai
pinjaman yang diamortisasi (amortized loan).
Metode Nilai Sekarang. Kini bersih (Net
Present Value = NPV)
Metode
ini memperhatikan nilai waktu terhadap uang menggunakan suku bunga diskonto
yang akan memperbaruhi atau arus dari uangnya. Dengan metode ini maka proyeksi
nilai waktu dari uang akan diukur dengan fkator pembanding nilai bunga diskonto
yang berlaku sehingga mempengruhi total keuntungan . Net Present Value dapat
dihitung dari selisih nilai proyek pada awal tahun dengan total keuntungan dari
tiap tahun yang dinilai-uangkan ke tahun awal dengan tingkat bunga diskonto
tertentu. Pada dasarnya metode merupakan suatu gambaran jumlah keutnungan usaha
sepanjang waktu tertentu yang diproyeksikan pada kondisi saat ini.
untuk lebih jelas ada baiknya dilihat
dengan contoh perhitungan dibawah ini.
Suatu
proyek dengan dengan investasi sebesar Rp. 7,000 juta dan tingkat bunga yang
relevan sebesar 18%. Proyek ini diharapkan akan menghasilkan nilai sebesar Rp.
9,000 juta. Maka berapakah besarnya net present value yang akan dihasilkan?
PVpenerimaan = 9.000 / ( 1 + 0.18 )1 =
Rp. 7,627 juta
PVinvestasi = 7.000 / ( 1 + 0.18 )0 =
Rp. 7,000 juta
Maka Net Present Value yang dihasilkan
adalah
NPV = PVinvestasi + PVpenerimaan
NPV = – 7,000 + 7,627 = Rp. 627 juta
Sehingga didapatlah rumus sebagai
berikut:
NPV = Ao + (A1 / (1 + r))
dimana, Ao = nilai awal investasi; A1
= nilai penerimaan dari investasi; r = tingkat suku bunga yang relevan.
Berkaitan
dengan investasi (modal) yang akan ditanamkan, maka diperlukan pedoman untuk
dapat dengan bijak menilai investasi tersebut. Dan pedoman tersebut yang dapat
dipakai sebagai panduan adalah:
§ Terima investasi yang diharapkan
bilamana memberikan NPV positif.
§ Terima investasi yang memberikan IRR
yang lebih besar daripada tingkat keuntungan yang diisyaratkan.
Tentu saja penyajian konsep ini
berlaku bilamana kondisi pasar uang dan pasar modal yang sempurna dengan
catatan:
§ Tingkat suku bunga yang ada adalah
stabil dan sama, tidak berfluktuatif.
§ Tidak adanya pihak yang dominan
untuk mempengaruhi pasar.
§ Kondisi diluar transaksi keuangan
yang ada adalah stabil.
Net
Present Value atau biasa disingkat dengan NPV adalah merupakan kombinasi
pengertian present value penerimaan dengan present value pengeluaran.
Untuk lebih jelas ada baiknya dilihat
dengan contoh perhitungan dibawah ini.
Suatu
proyek dengan dengan investasi sebesar Rp. 7,000 juta dan tingkat bunga yang
relevan sebesar 18%. Proyek ini diharapkan akan menghasilkan nilai sebesar Rp.
9,000 juta. Maka berapakah besarnya net present value yang akan dihasilkan?
Berkaitan
dengan investasi (modal) yang akan ditanamkan, maka diperlukan pedoman untuk
dapat dengan bijak menilai investasi tersebut. Dan pedoman tersebut yang dapat
dipakai sebagai panduan adalah:
§ Terima investasi yang diharapkan
bilamana memberikan NPV positif.
§ Terima investasi yang memberikan IRR
yang lebih besar daripada tingkat keuntungan yang diisyaratkan.
Tentu saja penyajian konsep ini
berlaku bilamana kondisi pasar uang dan pasar modal yang sempurna dengan
catatan:
§ Tingkat suku bunga yang ada adalah
stabil dan sama, tidak berfluktuatif.
§ Tidak adanya pihak yang dominan
untuk mempengaruhi pasar.
§ Kondisi diluar transaksi keuangan
yang ada adalah stabil.
Future
Value (FV) digunakan untuk menghitung nilai investasi yang akan datang
berdasarkan tingkat suku bunga dan angsuran yang tetap selama periode tertentu.
Untuk menghitung FV bisa menggunakan fungsi fv() yang ada dimicrosoft excel.
Ada lima parameter yang ada dalam fungsi fv(), yaitu :
· Rate, tingkat suku bunga pada
periode tertentu bisa per bulan ataupun per tahun.
· Nper, jumlah angsuran yang dilakukan
· Pmt, besar angsuran yang dibayarkan.
· Pv, nilai saat ini yang akan
dihitung nilai akan datangnya.
· Type, jika bernilai 1 pembayaran
dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran dilakukan diakhir periode.
Contoh 1:
Biaya
masuk perguruan tinggi saat ini adalah Rp50.000.000, berapa biaya masuk
perguruan tinggi 20 tahun yang akan datang, dengan asumsi pemerintah mampu
mempertahankan inflasi satu digit, misal 8% per tahun, dengan menggunakan
fungsi fv(), masukkan nilai untuk parameter-parameter yang ada sebagai berikut
:
· Rate = 8%
· Nper = 20
· Pmt = 0, tidak ada angsuran yang
dikeluarkan tiap tahunnya
· Pv = -50000000, minus sebagai tanda
cashflow bahwa kita mengeluarkan uang
· Type = 0
Dari masukan diatas maka akan didapat
nilai 233,047,857.19
Contoh 2:
Setiap
bulan kita menabung dibank sebesar 250.000, saldo awal tabungan kita adalah
10.000.000, bunga bank pertahun 6%, dengan asumsi tidak ada potongan bunga dan
biaya administrasi, berapa uang yang akan kita dapat 20 tahun yang akan
datang?, dengan menggunakan fungsi fv(), masukkan nilai untuk
parameter-parameter yang ada sebagai berikut :
· Rate = 6%/12, dibagi 12 karena
angsuran 250.000 dilakukan perbulan
· Nper = 20×12 = 240, dikali 12 karena
angsuran dilakukan per bulan
· Pmt = -250000, nilai yang
ditabungkan setiap bulan, minus sebagai tanda cashflow kita mengeluarkan uang
· Pv = -50000000, minus sebagai tanda
cashflow bahwa kita mengeluarkan uang
· Type = 0
Dari masukan diatas maka akan didapat
nilai 148,612,268.55
Yang
perlu diperhatikan dalam penggunakan fungsi fv() adalah satuan untuk parameter
rate, nper dan pmt haruslah sama, jika satuannya bulan maka harus bulan semua,
jika ada yang bersatuan tahun maka harus dikonversi ke satuan bulan.
Present
Value digunakan untuk untuk mengetahui nilai investasi sekarang dari suatu
nilai dimasa datang. Untuk menghitung PV bisa menggunakan fungsi pv() yang ada
dimicrosoft excel. Ada lima parameter yang ada dalam fungsi pv(), yaitu :
· Rate, tingkat suku bunga pada
periode tertentu bisa per bulan ataupun per tahun.
· Nper, jumlah angsuran yang
dilakukan.
· Pmt, besar angsuran yang dibayarkan.
· Fv, nilai akan datang yang akan
dihitung nilai sekarangnya.
· Type, jika bernilai 1 pembayaran
dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran dilakukan diakhir periode.
Contoh :
Saat
pensiun 25 tahun lagi saya ingin punya uang 1.000.000.000, berapakah nilai uang
1.000.000.000 saat ini, dengan asumsi pemerintah mampu mempertahankan inflasi
satu digit, misal 8% per tahun, dengan menggunakan fungsi pv() masukkan nilai
untuk parameter-parameter yang ada sebagai berikut :
· Rate = 8%
· Nper = 25
· Pmt = 0, tidak ada angsuran yang
dikeluarkan tiap tahunnya
· Fv = 1000000000
· Type = 0
Dari masukan diatas maka akan didapat
nilai -146,017,904.91
Kenapa
minus, sekali lagi itu sebagai tanda cash flow, untuk mendapatkan uang
1.000.000.000 25 tahun lagi maka saya harus mengeluarkan uang sebesar
146,017,904.91 saat ini atau dengan kata lain uang 1.000.000.000 25 tahun lagi
sama nilainya dengan uang 146,017,904.91 saat ini, dengan asumsi inflasi konsisten
sebesar 8% setiap tahun selama 25 tahun.
Sama
halnya dengan fungsi fv(), fungsi pv() harus menggunakan satuan yang sama untuk
parameter rate, nper dan pmt, jika bersatuan tahun maka harus tahun semua, jika
ada yang bersatuan bulan maka harus dikonversi ke satuan tahun.
sumber :
http://abdulhamidbmx.blogspot.com/2012/04/nilai-waktu-uang.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar