BAB 6
PEMASARAN
1. Pengertian Pasar dan Pemasaran
Ada beberapa definisi mengenai pemasaran
diantaranya adalah :
a Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah
kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui
proses pertukaran.
b. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran
adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan
kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan
pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
c. Pemasaran adalah suatu sistem total dari
kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi
dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai
pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
d. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem
keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan
harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli
maupun pembeli potensial.
Jadi Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian
yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri
menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai
tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung
antara kegiatan produksi dan konsumsi.
Sedangkan pasar, Dalam pengertian sederhana,
pengertian pasar adalah sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk
melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa. Sedangkan arti pasar adalah
suatu tempat dimana pada hari tertentu para penjual dan pembeli dapat bertemu
untuk jual-beli barang. Adapun definsi pasar adalah sebagai mekanisme (bukan
hanya sekedar tempat) yang dapat menata kepentingan pihak pembeli terhadap
kepentingan pihak penjual. Mekanisme tersebut jangan hanya dimengerti sebagai
cara pembeli dan penjual bertemu dan kemudian berpisah, tetapi lebih dari itu
harus dimaknai sebagai tatanan atas berbagai bagian, yaitu para pelaku seperti
pembeli dan penjual, komoditas yang diperjualdiperjualbelikan, aturan main yang
tertulis maupun tidak tertulis yang disepakati oleh para pelakunya, serta
regulasi pemerintah yang saling terkait, berinteraksi, dan secara serentak
bergerak bagaikan suatu mesin.
2.
Jenis - Jenis Pasar
Pada dasarnya pasar dibagi dalam
beberapa golongan yaitu sebagai berikut :
1. Berdasarkan Wujudnya
Menurut wujudnya pasar
dibedakan menjadi pasar konkret dan pasar abstrak
a. Pasar Konkret (pasar nyata) merupakan
pasar yang menunjukkan suatu tempat terjadinya hubungan secar langsung (tatap
muka) antara pembeli dan penjual. Barang yang diperjualbelikan pun berada di
tempat tersebut. Misalnya pasar-pasar tradisional dan swalayan
b. Pasar Abstrak (tidak nyata) merupakan
pasar yang menunjukkan hubungan antara penjual dan pembeli, baik secara
langsung maupun tidak langsung, barangnya tidak secara langsung dapat diperoleh
pembeli. Misalnya, pasar modal di Bursa Efek Indonesia.
2. Berdasarkan Waktu Terjadinya
Menurut waktu terjadinya
pasar dibedakan menjadi pasar harian, pasar mingguan, pasar bulanan, pasar
tahunan, dan pasar temporer.
a. Pasar Harian merupakan pasar yang melakukan
aktivitas setiap hari. Misalnya pasar pagi, toserba, dan warung-warung
b. Pasar mingguan merupakan pasar yang
melakukan aktivitas setiap satu minggu sekali. Misalnya pasar senin atau pasar
minggu yang ada di daerah pedesaan
c. Pasar bulanan merupakan pasar yang
melakukan aktivitas setiap satu bulan sekali. Dalam aktivitasnya bisa satu hari
atau lebih. Misalnya, pasar yang biasa terjadi di depan kantor-kantor tempat
pensiunan atau purnawirawan yang mengambil uang tunjangan pensiunannya tiap
awal bulan.
d. Pasar tahunan merupakan pasar yang
melakukan aktivitas setiap satu tahun sekali. Kejadian pasar ini biasanya lebih
dari satu hari, bahkan bisa mencapai lebih dari satu bulan. Misalnya Pekan Raya
Jakarta, pasar malam, dan pameran pembangunan.
e. Pasar temporer merupakan pasar yang
dapat terjadi sewaktu-waktu dalam waktu yang tidak tentu (tidak rutin) pasar
ini biasanya terjadi pada peristiwa tertentu. Misalnya pasar murah, bazar, dan
pasar karena ada perayaan kemerdekaan RI.
3. Berdasarkan Luas Jangkauannya
Menurut luas jangkauannya
pasar dibedakan menjadi pasar lokal, pasar nasional, dan pasar internasional.
a. Pasar lokal merupakan pasar yang
mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah tertentu
saja.
b. Pasar nasional merupakan pasar yang
mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah dalam suatu
negara. Misalnya, pasar kayu putih di Ambon dan pasar tembakau di Deli.
c. Pasar internasional penjual dan
pembeli dari berbagai negara. Misalnya pasar tembakau di Bremen Jerman.
4. Berdasarkan Hubungannya Dengan Proses
Produksi
Menurut hubungannya
dengan proses produksi pasar dibedakan menjadi pasar output dan pasar input.
a. Pasar output (pasar produk) merupakan
pasar yang memperjualbelikan barang-barang hasil produksi (biasanya dalam
bentuk jadi).
b. Pasar input (pasar faktor produksi)
merupakan interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa
sebagai masukan pada suatu proses produksi (sumber daya alam, berupa bahan
tambang, hasil pertanian, tanah, tenaga kerja, dan barang modal).
5. Berdasarkan Strukturnya (Jumlah
Penjual Dan Pembeli)
Berdasarkan strukturnya,
pasar dibedakan menjadi sebagai berikut.
a. Pasar persaingan sempurna merupakan
ebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan
produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar
dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan
pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai
penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat
homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak
dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau
produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan
pengaruh terhadap penjualan produk.
b. Pasar persaingan tidak sempurna, yang terdiri atas
a. Pasar monopoli (dari bahasa Yunani:
monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat
satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang
penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”. Sebagai penentu harga
(price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan
cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang
diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya.
Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan
harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian
atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut
atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market).
b. Pasar oligopoli adalah adalah pasar
di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya
jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam
pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang
terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan
tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi,
iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan
tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Praktek
oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan
perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga
perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk
menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual
terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang
melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur
pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital
intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri
kertas.
c. Pasar persaingan monopolistik adalah
salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan
barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada
pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti
memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya.
Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama
yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen
yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna,
kemasan, dan lain-lain.
Pada
pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga
walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli.
Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan
ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain,
dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya,
pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat
homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda
motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha
memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya
tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.
Pada
pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak
penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam
benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun
dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh
karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif
mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.
d. Pasar monopsoni bentuk pasar ini
merupakan bentuk pasar yang dilihat dari segi permintaan atau pembelinya. Dalam
hal ini pembeli memiliki kekuatan dalam menentukan harga. Dalam pengertian ini,
pasar monopsoni adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran
di mana permintaannya atau pembeli hanya satu perusahaan.
Contoh yang ada di
Indonesia seperti PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan satu-satunya pembeli
alat-alat kereta api.
e. Pasar ologopsoni adalah bentuk pasar
dimana barang yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan dan banyak perusahaan
yang bertindak sebagai konsumen. Contoh Telkom, indosat, Mobile-8, excelcomindo
adalah beberapa perusahaan pembeli infrastruktur telekomunikasi seluler
3. Konsep- konsep pemasaran
Dalam kegiatan
pemasaran, dikenal konsep 4P yaitu: Product, Price, Placement, and Promotion.
Konsep ini dapat diterapkan oleh seorang wirausaha dalam memulai suatu bisnis.
a.
Product
Menentukan produk/jasa yang akan ditawarkan ke pasar umumnya
menjadi langkah paling awal. Ide mengenai produk bisa didapatkan dari beberapa
sumber. Cara termudah adalah dengan membandingkan langsung produk sejenis
seperti yang ingin dijual, dan melakukan riset kecil-kecilan ke target pasar
mengenai kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut. Hasil dari riset
tersebut diharapkan memberikan informasi yang lebih akurat bagi wirausaha
mengenai prospek pasar yang akan dimasukinya dan produk macam mana yang diharapkan
oleh target pasar.
b.
Price
Menentukan harga produk tidak semudah yang dibayangkan. Pertanyaan
utamanya adalah, Bilamanakah harga produk atau jasa dapat diterima oleh pasar?
Cara yang umum digunakan adalah dengan menggunakan patokan hitungan biaya produk
tersebut dari awal disiapkan hingga siap jual. Setiap produk memiliki berbagai
komponen biayanya sendiri, dari awal produksi hingga produk tersebut dipajang
di rak-rak display penjualan. Menentukan harga berdasarkan biaya dilakukan
dengan menambahkan presentase margin tertentu ke biaya produk, dan presentase
tersebut dianggap sebagai keuntungan. Persentase didapatkan sesuai dengan
rata-rata margin di pasaran. Menggunakan metode ini memiliki kelemahan sendiri.
Produk akan mengalami krisis keunikan (uniqueness) dimana keunikan yang
memiliki daya pembeda produk dari saingannya luput diperhitungkan. Keunikan
justru mampu membantu produk agar memiliki harga premium di pasar.
c.
Placement
Tidak kalah penting adalah mengenai dimana produk tersebut yang akan
ditawarkan tersebut mudah ditemukan oleh target pasar yang dituju. Pada
beberapa industri, misalnya ritel atau restoran, masalah penempatan berarti
sangat penting. Ungkapan “Lokasi, Lokasi, Lokasi” sebaiknya sangat diperhatikan
oleh wirausaha, karena bisa jadi pemilihan lokasi tempat usaha yang buruk dapat
berakibat langsung kepada kegagalan dari usaha yang dijalankan.
d.
Promotion
Aspek penting lainnya adalah mengenai promosi dari produk.
Bagaimana suatu produk akan dikenalkan ke pasar agar pelanggan tergerak untuk
membelinya. Salah satu cara berpromosi efektif adalah dengan beriklan. Bagi
wirausaha yang baru memulai bisnis, iklan dilakukan dengan mempertimbangkan
efektifitas dan efisiensi-nya. Untuk mendapatkan efektifitas beriklan sebaiknya
dilakukan pemilihan media iklan yang benar-benar cocok dengan karakter target
pasar dari produk. Mungkin tidak diperlukan untuk memasang iklan di segala
media/tempat karena belum tentu berpengaruh kepada peningkatan penjualan.
Selain itu pemasangan iklan juga berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan.
Pada tahap-tahap awal memulai bisnis, sebaiknya masalah biaya mendapat
perhatian khusus agar tidak menjadi ganjalan dalam operasional usaha. Tentukan
juga tujuan dari promosi, apakah untuk menciptakan kesadaran merek atau
dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan. Jangan lupa untuk mengukur hasil dari
setiap kegiatan promosi yang dilakukan, apakah sesuai dengan harapan atau masih
perlu perbaikan untuk kegiatan promosi berikutnya.
Ke-4 aspek pemasaran dapat menjadi pemikiran awal bagi seorang
wirausaha sehingga dia dapat memiliki perhitungan yang matang sebelum
menanamkan investasinya.
4. Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan
untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk
mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi,
dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan
pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen
jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan
yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).
Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan,
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan
menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai
tujuan perusahaan (Kotler, 1980).
Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan
faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan
falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut
"Konsep Pemasaran".
5.
Bauran – Bauran Pemasaran
Bauran
pemasaran adalah empat komponen dalam pemasaran yang terdiri dari 4P yakni
- Product (produk)
- Price (harga)
- Place (tempat, termasuk juga distribusi)
- Promotion (promosi
Karena pemasaran
bukanlah ilmu pasti seperti keuangan, teori bauran pemasaran juga terus berkembang. Pemasaran
lebih dipandang sebagai seni daripada ilmu, maka seorang ahli pemasaran
tergantung pada lebih banyak pada ketrampilan pertimbangan dalam membuat
kebijakan daripada berorientasi pada ilmu tertentu.
Pandangan ahli ekonomi
terhadap pemasaran adalah dalam menciptakan waktu, tempat dimana produk
diperlukan atau diinginkan lalu menyerahkan produk tersebut untuk memuaskan
kebutuhan dan keinginan konsumen (konsep pemasaran).
Metode pemasaran klasik seperti 4P di atas berlaku juga untuk pemasaran internet, meskipun di internet pemasaran dilakukan dengan banyak metode lain yang sangat sulit diimplementasikan diluar dunia internet.
Metode pemasaran klasik seperti 4P di atas berlaku juga untuk pemasaran internet, meskipun di internet pemasaran dilakukan dengan banyak metode lain yang sangat sulit diimplementasikan diluar dunia internet.
6. Tujuan Sistem Pemasaran
Strategi pemasaran atau metode marketing merupakan hal
yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi marketing merupakan suatu
cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. pemasaran memiliki tujuan yaitu :
a. Konsumen potensial mengetahui secara
detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua
permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
b. Perusahaan dapat menjelaskan secara
detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini
meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain
produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai
pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.
c. Mengenal dan memahami konsumen
sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan
sendirinya.
7. Pendekatan Dalam Mempelajari Pemasaran
Pemasaran
merupakan kegiatan produktif karena menciptakan kegunaan (utility) baik
kegunaan bentuk, tempat, waktu maupun milik.
Terdapat enam macam pendekatan yang biasa digunakan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi dalam pemasaran yaitu pendekatan
Terdapat enam macam pendekatan yang biasa digunakan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi dalam pemasaran yaitu pendekatan
· komoditi (commodity approach),
· pendekatan kelembagaan (institutional
approach),
· pendekatan analitis atau efisiensi pemasaran
(analytical approach),
· pendekatan struktur tingkah laku dan
penampilan pasar (SCP approach), dan
· pendekatan manajemen pemasaran (marketing
management approach).
Masing-masing pendekatan tersebut tidak dapat
berdiri sendiri sehingga memerlukan pendekatan lainnya agar dapat memberikan
manfaat yang lebih menyeluruh.
SUMBER :
http://majidbsz.wordpress.com/2008/06/30/pengertian-konsep-definisi-pemasaran/
http://carapedia.com/pengertian_arti_definisi_pasar_info2000.html
http://ips-mrwindu.blogspot.com/2009/04/jenis-jenis-pasar.html
http://wirausaha.net/membangun-bisnis/3021-konsep-pemasaran-4p-dalam-bisnis.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pemasaran
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran
http://isubisnis.blogspot.com/2010/09/strategi-pemasaran-atau-metode.html
http://dikashadowz.blogspot.com/2011/11/pendekatan-dalam-mempelajari-pemasaran.html
http://carapedia.com/pengertian_arti_definisi_pasar_info2000.html
http://ips-mrwindu.blogspot.com/2009/04/jenis-jenis-pasar.html
http://wirausaha.net/membangun-bisnis/3021-konsep-pemasaran-4p-dalam-bisnis.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pemasaran
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran
http://isubisnis.blogspot.com/2010/09/strategi-pemasaran-atau-metode.html
http://dikashadowz.blogspot.com/2011/11/pendekatan-dalam-mempelajari-pemasaran.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar