Akuntansi dan Laporan Keuangan
1. Pengertian-Definisi Akuntansi
Berikut ini adalah beberapa pengertian-definisi
Akuntansi menurut para ahli :
pengertian
akuntansi menurut Wikipedia adalah
pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan
membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk
membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan
lembaga pemerintah
pengertian akuntansi menurut American Insitute of Certified Public Accounting (AICPA) dalam Harahap (2003) mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
Pengertian akuntansi menurut American Accounting Association adalah “Accounting as the process identifiying, measuring, and communicating economic information to permit informed judgements and decisions by users of the information” "Akuntansi merupakan : Proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut ""(Wilopo, 2005 : 9)
pengertian akuntansi menurut American Insitute of Certified Public Accounting (AICPA) dalam Harahap (2003) mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
Pengertian akuntansi menurut American Accounting Association adalah “Accounting as the process identifiying, measuring, and communicating economic information to permit informed judgements and decisions by users of the information” "Akuntansi merupakan : Proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut ""(Wilopo, 2005 : 9)
pengertian akuntansi menurut menurut Kieso (2002 : 2), akuntansi bisa didefinisikan secara tepat dengan menjelaskan tiga karakteristik penting dari akuntansi: (1) pengidentifikasian, pengukuran, dan pengkomunikasian informasi keuangan tentang (2) entitas ekonomi kepada (3) pemakai yang berkepentingan. Karakteristik-karakteristik ini telah dipakai untuk menjelaskan akuntansi selama beratus-ratus tahun.
Pengertian Akuntansi Menurut Charles T. Horngren, dan Walter T.Harrison (Horngren Harrison,2007:4) menyatakan bahwa: Akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memroses data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.
pengertian akuntansi menurut FASB mendefinisikan akuntansi secara umum adalah : “Accounting is the body knowledge and functions concered with systematic originating, recording, classifying, processing, summerizing, analyzing, interpreting and supplying of dependable and significant information covering, transaction, and event wich are, in part at least, of financial character, required for the management and operation of an entity and for report that have to be submitted there on to meet fiduciary and other responsibilities”.
pengertian akuntansi menurut Warren dkk (2005:10) menjelaskan bahwa: “secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan”.
pengertian akuntansi menurut Soemarso S.R adalah sebagai berikut “Akuntansi adalah Suatu Displin yang menyediakan informasi penting sehingga memungkinkan adanya pelaksanaan dan penilaian jalannya perusahaan secara efesien.”
Definisi Akuntansi menurut Rudianto adalah sebagai berikut ”Akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu bahan usaha.”
pengertian akuntansi menurut Littleton (Muhammad, 2002:10) mendefinisikan: “tujuan utama dari akuntansi adalah untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). Konsep ini merupakan inti dari teori akuntansi dan merupakan ukuran yang dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi.”
pengertian akuntansi menurut Accounting Principle Board Statement No. 4 (Muhammad, 2002:10) mendefinisikan akuntansi sebagai suatu kegiatan jasa yang berfungsi untuk memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang, mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi, yang digunakan dalam memilih di antara beberapa alternatif.
Akuntansi adalah
suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan
data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat
digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk
pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
2.
Fungsi akuntansi
fungsi
utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari
laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta
perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan
satuan ukuran uang. Casper Hot Shot Service . negligence attorneys . Informasi
mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen
untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
3. Pihak-Pihak yang menggunakan Informasi Akuntansi
Berdasarkan pengertian akuntansi sebagai suatu
proses yang bertujuan untuk menghasilkan informasi, tentunya informasi
akuntansi digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkannya. Pemakai
informasi akuntansi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu pihak
internal dan eksternal.
Pihak Internal
Pihak internal ialah pihak yang
berhubungan langsung dengan operasi perusahaan sehari-hari, misalnya pemimpin
perusahaan (manajer). Manajer sebagai pengelola
perusahaan dan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan merupakan pihak
yang paling bergantung dan terlibat dengan hasil akhir akuntansi. Banyaknya
jenis data yang dibutuhkan seorang manajer akan sangat bergantung pada besar
kecilnya perusahaan yang dikelolanya. Informasi akuntansi ini dibutuhkan oleh
para manajer untuk meng evaluasi ke giatan usaha yang sedang berjalan maupun
untuk meren canakan kegiatan usaha yang akan datang.
Pihak Eksternal
Pihak eksternal ialah pihak yang
berkepentingan terhadap perusahaan, tetapi tidak terlibat secara langsung dalam
membuat berbagai keputusan dan kebijakan operasional perusahaan. Pihak eksternal, di antaranya
sebagai berikut.
- Pemilik perusahaan, memerlukan informasi akuntansi pada waktu-waktu tertentu untuk mengetahui posisi keuangan perusahaannya. Dengan demikian, pemilik dapat mengetahui perkembangan perusahaannya sehingga dapat mengambil keputusan ekonomi pada masa mendatang. Adapun bagi pemilik saham, informasi akuntansi dapat digunakan untuk menilai prestasi manajemen perusahaan.
- Investor, memerlukan informasi akuntansi untuk mengetahui status keuangan dan prospek perusahaan pada masa yang akan datang. Informasi ini akan dijadikan dasar pertimbangan untuk menanamkan atau tidak menanamkan modal pada perusahaan tersebut.
- Kreditor, memerlukan informasi akuntansi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Dari informasi keuangan yang ada, kreditor dapat memutuskan apakah akan menambah pinjamannya, menangguhkan pinjaman berikutnya, atau bahkan menarik pinjamannya yang telah diberikan pada suatu perusahaan.
4. Prinsip-Prinsip Akuntansi
Entitas (Kesatuan Usaha) : konsep ini sering
disebut business entity concept. Konsep ini membatasi ruang lingkup
kepentingan. Dalam akuntansi keuangan, perusahaan dianggap sebagai kesatuan
ekonomi yang terpisah dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan sumber-sumber
perusahaan. Pemisahan ini ditujukan agar perusahaan berkewajiban untuk
mempertanggung jawabkan keuangan perusahaannya kepada pihak-pihak yang
berkepentingan.
Going Concern (Kontinuitas Usaha) : konsep ini
mengasumsikan suatu entitas ekonomi akan terus melanjutkan usahanya dan tidak
akan dibubarkan, kecuali bila ada bukti sebaliknya.
Penggunaan Unit Moneter dalam Pencatatan : semua
transaksi-transaksi yang terjadi akan dinyatakan di dalam catatan dalam bentuk
unit moneter pada saat terjadinya transaksi itu. Unit moneter yang digunakan
adalah mata uang dari negara dimana perusahaan itu berdiri. Contoh : Indonesia
unit moneternya Rupiah, Australia unit moneternya Dollar Australia, dan
sebagainya.
Time Period (Periode Waktu) : adanya pembatasan waktu
untuk dapat menilai dan melaporkan hasil dari usaha yang dijalankan. Hal ini
disebabkan karena perusahaan dianggap akan terus hidup dimasa yang akan datang,
sehingga tidak mungkin apabila untuk mengetahui keuntungan atau kerugian dari
usaha kita harus menunggu perusahaan ditutup terlebih dahulu.
Historical Cost (Biaya Hostoris) : prinsip
ini menetapkan nilai yang akan dilaporkan dalam laporan keuangan. Ada beberapa
cara yang dapat digunakan dalam melaporkan nilai dalam laporan keuangan
diantaranya :
- Nilai Buku (Book Value)
- Nilai Tunai (Present Value)
- Nilai Ganti (Replacement Value)
- Nilai Pasar (Market Value)
Penetapan nilai yang dipakai dalam laporan keuangan
dengan menggunakan harga perolehan merupakan hal yang terbaik dibandingkan
cara-cara yang lain. Harga perolehan adalah merupakan jumlah pengeluaran yang
dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh suatu aktiva hingga siap pakai. Yang
termasuk unsur harga perolehan adalah harga beli aktiva tersebut ditambah
biaya-biaya lainnya sehingga aktiva tersebut siap digunakan.
Pengakuan Pendapatan (Recognition of Revenue) : pendapatan adalah
kenaikan bersih kekayaan perusahaan sebagai hasil dari kegiatan perusahaan
karena :
- Penjualan barang / jasa kepada pelanggan
- Penerimaan sewa, bunga, deviden, royalities dan pendapatan lainnya
- Keuntungan dari penjualan aktiva
- Keuntungan dari pelunasan hutang
Besarnya pendapatan diukur dengan nilai uang, yaitu
sebesar nilai tunai dari hasil penjualan barang / jasa atau aktiva lainnya.
Untuk transaksi non kas harus ditentukan berdasarkan harga perolehan atau harga
pasarnya atau berdasarkan pertimbangan lainnya yang dianggap terbaik. Pengakuan
pendapatan dilakukan berdasarkan waktu (accrual basic) yaitu berdasarkan saat
terjadinya transaksi penjualan barang ataupun jasa.
Mempertemukan Beban dan Pendapatan (Matching Cost and Revenue) : yang
dimaksud dengan prinsip ini adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang
timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini sangat bermanfaat untuk menentukan
besarnya penghasilan bersih yang diperoleh perusahaan setiap periodenya. Karena
biaya harus dipertemukan dengan pendapatannya, maka pembebanan biaya sangat
tergantung pada saat pengakuan pendapatannya.
Konsistensi (Consistency) : menurut
prinsip ini, perusahaan dituntut untuk menerapkan prosedur dan metode akuntansi
yang sama (konsisten) dari satu periode ke periode berikutnya.
Full Disclousure (Pengungkapan Lengkap) : dalam
menyajikan data atau informasi keuangan suatu perusahaan harus secara lengkap
dan tidak boleh ada yang disembunyikan.
Materiil (Materiality) : pada
dasarnya akuntansi disusun berlandaskan dasar teori yang diterapkan untuk
mencatat transaksi-transaksi yang terjadi dalam suatu cara tertentu. Akan
tetapi dalam pelaksanaannya tidak semua transaksi diperlakukan sesuai dengan teori.
Konservatif (Konservatism) : pada
prinsip ini, laporan keuangan disusun sedemikian rupa dengan penilaian yang
direndahkan. Hal ini terjadi karena adanya sikap berhati-hati pihak manajemen
yang tercermin dalam laporan keuangan untuk mengantisipasi keadaan pada waktu
tidak diperoleh laba atau rugi.
Dasar Akrual (Accrual Basic) : untuk
mencapai tujuannya, laporan keuangan disusun atas dasar akrual. Dengan
demikian, transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian, bukan pada
saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Kemudian, transaksi dicatat
dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang
sama.
Laporan keuangan yang disusun atas dasar akrual tidak
hanya memberikan informasi transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan
pembayaran kas. Tetapi, kewajiban pembayaran kas dan sumber daya yang
menunjukkan kas yang akan diterima di masa depan juga diinformasikan.
5.
Pengertian
Laporan akuntansi
Akuntansi disebut
sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi
keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti
bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita
di dalam mengelola keuangan. Untuk menyampaikan informasi-informasi
tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan
keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis
laporan, yaitu neraca, laporan laba
rugi, laporan perubahan
modal, dan laporan arus
kas.
- Neraca, adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aktiva, utang dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan tersebut.
- Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahu laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
- Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
- Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa mendatang.
6. Bentuk Neraca
Sedangkan pasiva disusun di bagian kanan dan
dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu utang dan modal. Utang disusun dengan urut-urutan sebagai
berikut :
Utang lancar:
Utang lancar:
- Utang dagang
- Utang wesel
- Utang muka langganan/titipan
- Utang biaya
- Utang lancar lain-lain.
Pendapatan diterima di muka
Utang jangka panjang
Utang lain-lain.
Modal disusun dalam neraca dengan urut-urutan sebagai berikut :
Utang jangka panjang
Utang lain-lain.
Modal disusun dalam neraca dengan urut-urutan sebagai berikut :
- Modal saham beredar
- Agio/disagio saham
- Modal penilaian kembali
- Modal sumbangan
- Modal lain-lain
- Laba tidak dibagi, dibagi 2 yaitu: a) belum ada tujuannya. b) dicadangkan.
2. Bentuk
Laporan, di mana aktiva, utang dan modal disusun dengan urutan ke bawah (vertikal).
Perincian terhadap masing-masing kelompok baik aktiva, pasiva maupun utang
dilakukan dengan cara yang sama seperti dalam neraca bentuk T.
7.
Laporan
laba rugi
Laporan laba rugi (Inggris:Income
Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan
keuangan suatu
perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode
akuntansi yang
menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan
suatu laba (atau rugi) bersih.
Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari:
·
Pendapatan dari
penjualan
·
Dikurangi Beban
pokok penjualan
·
Laba/rugi kotor
·
Dikurangi Beban
usaha
·
Laba/rugi usaha
·
Ditambah atau
dikurangi Penghaslan/beban lain
·
Laba/rugi sebelum
pajak
·
Dikurangi Beban
pajak
·
Laba/rugi bersih
A. Bentuk Single Step (langsung)
Semua pendapatan dan
biaya-biaya yang ada dijumlahkan menjadi satu
PD. XXX
LAPORAN LABA RUGI
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20xx
Pendapatan
- Penjualan Bersih xxx
- Pendapatan Bunga xxx +
Total Pendapatan xxx
Biaya :
- Harga Pokok Penjualan xxx
- Biaya Penjualan xxx
- Biaya adm xxx
- Biaya Bunga xxx
+
Total Biaya (xxx) +
Laba / Rugi Bersih xxx
B. Bentuk
Multiple Step / Bertahap
Mengelompokkan atau memisahkan antara pendapatan usaha,
pendapatan di luar usaha, biaya
usaha dan beban di luar usaha
PD. XXX
LAPORAN LABA RUGI
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20xx
Pendapatan dari
Penjualan :
Penjualan
xxx
Dikurangi :
- retur & potongan penjualan xxx
- diskon penjualan xxx +
(xxx)
Penjualan
Bersih
xxx
Harga Pokok Penjualan (xxx)
Laba / Rugi Kotor
xxx
Biaya operasi :
Biaya Penjualan :
- Biaya Gaji Bagian Penjualan xxx
- Biaya iklan xxx
- Biaya perlengkapan toko xxx
- Biaya Penyusutan perlengkapan xxx +
Total Biaya Penjualan xxx
Biaya Adm & Umum :
- Biaya Gaji kantor xxx
- Biaya Listrik dan Telp xxx
- Biaya perlengkapan kantor xxx
- Biaya asuransi xxx
- Biaya penyusutan peralatan kantor xxx
- Biaya penyusutan gedung xxx
Total Biaya adm dan umum xxx +
Jumlah Biaya operasi (xxx)
Laba / Rugi Operasi
xxx
Pendapatan dan Biaya
lain-lain :
Pendapatan Bunga xxx
Biaya Bunga (xxx) +
xxx +
Laba / Rugi Bersih xxx
8. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
1.1 Tujuan
Akuntansi atau Laporan Keuangan
1.1.1. Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia
Tujuan akuntansi dan laporan keuangan menurut
Prinsip Akuntansi Indonesia adalah sebagai berikut :
a. Untuk memberikan informasi keuangan
yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu
perusahaan.
b. Untuk memberikan informasi yang dapat
dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva netto suatu perusahaan yang timbul dari
kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
c. Untuk memberikan informasi keuangan
yang membantu para pemakai laporan didalam menaksir potensi perusahaan dalam
menghasilkan laba.
d. Untuk memberikan informasi penting
lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan, seperti
informasi mengenai aktivitas pembiyaan dan investasi.
e. Untuk mengungkpakan sejauh mungkin
informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk
kebutuhan pemakai laporan.
Adapun menurut SAK No. 1, Tujuan Laporan
Keuangan adalah:
“Menyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.”
1. Sedangkan menurut ASOBAT (A Statement
of Basic Accounting Theory) merumuskan empat tujuan akuntansi sebagai berikut:
Membuat keputusan yang menyangkut penggunaan kekayaan yang terbatas dan untuk menetapkan tujuan.
Membuat keputusan yang menyangkut penggunaan kekayaan yang terbatas dan untuk menetapkan tujuan.
2. Mengarahkan dan mengontrol secara
efektif suber daya manusia dan factor produksi lainnya.
3. Memelihara dan melaporkan pengamanan
terhadap kekayaan.
4. Membantu fungsi dan pengawasan social.
Menurut APB Statement No. 4 tujuan laporan
keuangan digolongkan sebagai berikut:
1. Tujuan Khusus
Tujuannya untuk menyajikan laporan posisi
keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar dan
sesuai dengan GAAP.
2. Tujuan Umum
Tujuan umum adalah memberikan informasi yang
terpercaya tentang sumber-sumber ekonpmi, dan kewajiban perusahaan; memberikan
informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari
kegiatan usaha dalam mencari laba; menaksir informasi keuangan yang dapat
digunakan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba;
mengungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan para pemakai laporan.
3. Tujuan Kualitatif
Tujuan kualitatif yang dirumusakan APB
Statements No. 4 adalah :
a. Relevance
Memilih informasi yang benar-benar dapat
membantu pemakai laporan dalam proses pengambilan keputusan.
b. Understandability
Informasi yang dipilih untuk disajikan bukan
saja yang penting tetapi juga harus informasi yang dimengerti para pemakainya.
c. Verifiability
Hasil akuntansi itu harus dapat diperiksa oleh
pihak lain yang akan menghasilkan pendapat yang sama.
d. Neutrality
Laporan akuntansi itu netral terhadap
pihak-pihak yang berkepentingan.
e. Timeliness
Laporan akuntansi hanya bermanfaat untuk
pengambilan keputusan apabila diserahkan pada saat yang tepat.
f. Comparability
Informasi akuntansi harus dapat saling
dibandingkan, artiya akuntansi harus memiliki prinsip yang sama baik untuk
suatu perusahaan maupun perusahaan lain.
g. Completeness
Informasi akuntansi yang dilaporkan harus
mencakup semua kebutuhan yang layak dari para pemakai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar