Masalah
Buruh, Ganggu Target Perekonomian 2013
JAKARTA
(Lampost.co): Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Latif Adam mengatakan pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 yang
ditargetkan sebesar 6,8 % akan terganggu dengan permasalahan buruh bila tidak
diselesaikan pemerintah.
"Semakin
lama akan terganggu (target pertumbuhan ekonomi) kalau tidak ada penyelesaian
dari pemerintah dan kita harus antisipasi untuk jangka panjangnya," kata
pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam di
Jakarta, Kamis (29/11).
Menurut dia,
dampaknya adalah pada perusahaan yang ingin mengekspor produknya karena di satu
sisi harus melakukan aktivitas bisnisnya dan di sisi lain menghadapi demo
buruh.
Dia
mengatakan, produksi di perusahaan itu tidak boleh berhenti karena mereka sudah
memegang komitmen kepada pembelinya di luar negeri untuk memenuhi stok barang
dalam jumlah tertentu.
"Misalnya
perusahaan harus melemburkan tenaga kerja dan perubahan jasa pengangkutan dari
kapal laut menjadi pesawat terbang. Hal itu membutuhkan pengeluaran
lebih," ujarnya.
Namun di sisi
lain, menurut dia, saat ini sudah ada persepsi negatif dari pembeli luar negeri
terutama terkait tidak ada penyelesaian masalah buruh dari pemerintah.
Hal itu,
menurut dia, akan berpengaruh terhadap pembeli dari luar negeri terhadap
pengusaha Indonesia mengenai kepatuhan dalam kesepakatan.
Dia melihat
permasalah buruh ini merupakan siklus dua tahunan yang terus terulang dan tidak
ada penyelesaiannya oleh pemerintah. Ini karena tiap dua tahun sekali pada saat
ada kewajiban untuk menghitung ulang Upah Minimum Provinsi (UMP) yang baru maka
konflik ini akan terus muncul.
Untuk itu dia
meminta pemerintah menuntaskan masalah tersebut dalam membuat regulasi dan
implementasinya dengan mengedepankan masalah bangsa.
"Pemerintah
sekarang dituntut jiwa besar untuk berkorban mengedepankan masalah bangsa
dibanding politik dengan menuntaskan atau paling tidak mengarah ke arah
perbaikan dalam regulasi," ujarnya.
Dia
memprediksi masalah tersebut akan tenang di tahun 2013 dan kembali mengemuka di
tahun 2014 saat pemerintah baru terpilih. Hal itu, menurut dia, menjadi kendala
di pemerintahan baru karena harus menghadapi permasalahan krusial tersebut.
(ANT/L-4)
menurut
pendapat saya masalah ketenagakerjaan (buruh) ini harus segera diselesaikan
oleh pemerintah agar pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 6,8% dapat tercapai.
Tetapi sebaiknya pihak-pihak yang mengerti akan hal ini berusaha memikirkan juga
jalan terbaik dan mengajukan ide-ide pemikiran mereka kepada pemerintah agar semua beban tidak ditanggung oleh
pemerintah sendiri . disamping itu juga pemerintah sebagai otoritas pengambil
keputusan juga harus lebih serius memikirkan masalah ini, karena kalau
dibiarkan ini akan menjadi masalah yang tidak aka pernah ada habisnya. Dan yang
akan menanggung beban kerugian adalah para pengusaha, pemerintah dan para buruh
sendiri tentunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar