Sabtu, 06 April 2013

TUGAS 2 PEREKONOMIAN INDONESIA


Masalah Buruh, Ganggu Target Perekonomian 2013

JAKARTA (Lampost.co): Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam mengatakan pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 yang ditargetkan sebesar 6,8 % akan terganggu dengan permasalahan buruh bila tidak diselesaikan pemerintah.
"Semakin lama akan terganggu (target pertumbuhan ekonomi) kalau tidak ada penyelesaian dari pemerintah dan kita harus antisipasi untuk jangka panjangnya," kata pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam di Jakarta, Kamis (29/11).
Menurut dia, dampaknya adalah pada perusahaan yang ingin mengekspor produknya karena di satu sisi harus melakukan aktivitas bisnisnya dan di sisi lain menghadapi demo buruh.
Dia mengatakan, produksi di perusahaan itu tidak boleh berhenti karena mereka sudah memegang komitmen kepada pembelinya di luar negeri untuk memenuhi stok barang dalam jumlah tertentu.
"Misalnya perusahaan harus melemburkan tenaga kerja dan perubahan jasa pengangkutan dari kapal laut menjadi pesawat terbang. Hal itu membutuhkan pengeluaran lebih," ujarnya.
Namun di sisi lain, menurut dia, saat ini sudah ada persepsi negatif dari pembeli luar negeri terutama terkait tidak ada penyelesaian masalah buruh dari pemerintah.
Hal itu, menurut dia, akan berpengaruh terhadap pembeli dari luar negeri terhadap pengusaha Indonesia mengenai kepatuhan dalam kesepakatan.
Dia melihat permasalah buruh ini merupakan siklus dua tahunan yang terus terulang dan tidak ada penyelesaiannya oleh pemerintah. Ini karena tiap dua tahun sekali pada saat ada kewajiban untuk menghitung ulang Upah Minimum Provinsi (UMP) yang baru maka konflik ini akan terus muncul.
Untuk itu dia meminta pemerintah menuntaskan masalah tersebut dalam membuat regulasi dan implementasinya dengan mengedepankan masalah bangsa.
"Pemerintah sekarang dituntut jiwa besar untuk berkorban mengedepankan masalah bangsa dibanding politik dengan menuntaskan atau paling tidak mengarah ke arah perbaikan dalam regulasi," ujarnya.
Dia memprediksi masalah tersebut akan tenang di tahun 2013 dan kembali mengemuka di tahun 2014 saat pemerintah baru terpilih. Hal itu, menurut dia, menjadi kendala di pemerintahan baru karena harus menghadapi permasalahan krusial tersebut. (ANT/L-4)
menurut pendapat saya masalah ketenagakerjaan (buruh) ini harus segera diselesaikan oleh pemerintah agar pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 6,8% dapat tercapai. Tetapi sebaiknya pihak-pihak yang mengerti akan hal ini berusaha memikirkan juga jalan terbaik dan mengajukan ide-ide pemikiran mereka kepada pemerintah  agar semua beban tidak ditanggung oleh pemerintah sendiri . disamping itu juga pemerintah sebagai otoritas pengambil keputusan juga harus lebih serius memikirkan masalah ini, karena kalau dibiarkan ini akan menjadi masalah yang tidak aka pernah ada habisnya. Dan yang akan menanggung beban kerugian adalah para pengusaha, pemerintah dan para buruh sendiri tentunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar