Pembelanjaan
1.
Pengertian
Menurut
Bambang Riyanto dalam dasar-dasar pembelanjaan perusahaan adalah suatu usaha
menyangkut bagaimana mendapatkan dana, menggunakan dana, dan laba perusahaan
akan didistribusikan.
2.
Penggunaan
Dana
Pada dasarnya penggunaan dana dapat
digolongkan menjadi 2 bagian yaitu :
a. Penggunaan
dana jangka pendek : kas , surat-surat berharga, piutang dan persediaan
b. Penggunaan
dana jangka panjang : investasi aktiva tetap termasuk tanah, bangunan dan Peralatan.
Efisiensi
penggunaan dana sehari-hari dalam kegiatan operasional perusahaan dapat
diketahui dengan membandingkan pendapatan bersih dengan dana atau modal yang dipakai dalam memperoleh
pendapatan. Kemampuan perusahaan dalam memperoleh pendapatan dari sejumlah
modal yang dipergunakan disebut
Rentabilitas.
Rentabilitas
dapat dihitung dengan memgunakan rumus sebagai berikut :
Laba/pendapatan bersih
Rentabilitas (RE) = X
100 %
Modal kerja
Beberapa
faktor yang mempengaruhi naik/turunnya
rentabilitas yaitu :
1. Usaha
yang dipilih
2. Pengalaman perusahaan itu sendiri
3. Manajemen
usaha
4.
Kesempatan yang ada
2.1
Penggunaan
Jangka Pendek
Penggunaan dana jangka pendek menyangkut
pembelanjaan aktif yaitu penggunaan dana terutang ke dalam besarnya modal kerja
yang tertanam dalam aktiva lancar.
2.1.a Pengolaan Kas
Kas
merupakan bentuk aktiva yang paling likuid dimana dapat berbentuk uang tunai
atau cek yang dapat sewaktu-waktu
diuangkan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari perusahaan.
Pada
umumnya perusahaan menyediakan kas dalam bentu uang tunai sebesar 5 % sampai 10
% dari total aktiva lancar perusahaan.
Penetapan
kebijaksanaan perusahaan dalam menentukkan jumlah kas harus direncanakan dan
diperhutungkan . karena kalau terjadi kelebihan kas tunai, maka perusahaan akan
menanggung kerugian seperti :
a. adanya
kas yang menganggur
b. adanya
biaya modal (bila perusahaan memperoleh pinjaman dari bank)
c. dana
yang menganggur dapat dialokasikan pada kegiatan yang produktif
d. merusak
nama perusahaan dimata kreditur bank
apabila
terjadi kekurangan dana tunai dapat mengakibatkan :
a. kelancaran
proses produksi terganggu
b. produktivitas
menurun
c. hilangnya
pasar yang sudah dikuasai
2.1.b Surat-Surat Berharga
Pengelolaan
surat-surat berharga terjadi karena pengalihan alokasi tunai yang menganggur
sementara untuk dijadikan sertifikat berharga atau surat-surat berharga yang
dalam jangka waktu tertentu dapat menghasilkan bunga tertentu, yang dapat
menambah pendapatan perusahaan atau memperkecil biaya pengadaan dana.
2.1.c
Pengelolaan Piutang
Timbulnya
piutangkarena adanya penjualan kredit dari perusahaan dalam menjual barang
hasil produksi. Sebagai konsekuensi
adanya penjualan kredit ini adalah adanya penundaan penerimaan kas untuk
sementara waktu .
Pertimbangan
suatu perusahaan melaksanakan penjualan kredit tergantung pada beberapa faktor
yaitu :
1. kebijaksanaan
perusahaan mengenai berapa prosentase dari total penjualan perusahaan yang menggunakan
kredit.
2. Syarat
pembayaran batas waktu tertentumendapat potongan kemudian setelah lewat batas
waktu yang telah ditentukan dimasukkan dalam bentuk kredit (piutang)
3. Kebiasaan
melakukan pembayaran
Perputaran piutang
dapat dicari dengan rumus :
Piutang awal + piutang akhir
Piutang rata-rata =
2
Jumlah penjualan kredit
Perputaran piutang =
Piutang rata-rata
2.1.d
Pengelolaan Persediaan
Persediaan barang berkaitan erat dengan proses produksi
perusahaan sehingga jumlah persediaan selalu berubah sesuai dengan perputaran
yang ada di bagian produksi.
Pengelolaan persediaan yang salah dapat
mengakibatkan masalah yang fatal yaitu :
1. beban
bunga tinggi (dana yang dipakai merupakan dana kredit dari bank)
2. biaya
penyimpanan tinggi
3. biaya
penyimpanan akan berdampak pada pembengkakkan biaya pemeliharaan
4. resiko
beban kesurukan besar
5. beban
penurunan kualitas
demikian juga dengan persediaan yang terlalu kecil
dapat mengakibatkan dampak negatif yaitu :
1. mengganggu
proses produksi
2. peralatan
menganggur
3. beralihnya
langganan ke perusahaan lain
2.2
Penggunaan
Dana Jangka Panjang
penggunaan
dana jangka panjang berarti mempertimbangkan jumlah uang yang tertanam pada
aktiva tetap. Bentuk aktiva tetap bisa berupa tanah, peralatan/mesin dan
bangunan.
Yang
perlu dipertimbangkan dalam menginvestasikan dana pada aktiva tetap adalah
nilai itu sendiri. Penilaian terhadap uang dapat diperhitungkan dengan dua
konsep yaitu :
1. nilai
uang sekarang (present value)
nilai
uang sekarang adalah nilai uang pada awal periode penilaian dari sejumlah uang
pada akhir periode dengan tingkat bunga tertentu.
Rumusnya
:
V 1
P = atau P
= V { }
(1+i)n 1 + i n
2. nilai
majemuk (compound value)
Nilai majemuk adalah nilai hasil pengumpulan uang
awal periode penilaian dimasa yang
akan datang dengan jumlah bunga
yang diterima selama periode tersebut.
V = P +
I
V = P +
(P x i)
V = P (1
+ i )
2.2.b Investasi Aktiva Tetap dan Penilaiannya
Aktiva tetap dapat dibagi menajdi 3 bagian yaitu :
1. Tanah
2. Bangunan
3. Peralatan
atau mesin
Penilaian yang dapat dilakukan
perusahaan adalah :
1. Metode
net present value
2. Metode
internal rate of return
3. Metode
prifitability indeks
4. Metode
pay back period
5. Metode
average of return
Kesimpulan
Dari materi diatas
dapat disimpulkan bahwa pembelanjaan adalah salah satu kegiatan yang penting bagi
kegiatan operasional perusahaan karena dengan pembelanjaan maka perusahaan
dapat mengetahui seberapa pesat perkembangan perusahaan.
Dalam melakukan
pembelajaan seharusnya perusahaan mempetimbangkan dan merencanakan dengan
teliti dan tepat karena akan menghemat anggaran dan juga dapat mengalihkan dana
kedalam pos-pos yang lain .
Selain itu dengan
adanya perencanaan yang sesuai dalam pembelanjaan, akan mengurangi resiko yang
timbul, seperti pembengkakan anggaran .
Daftar
pusaka
Widyamini.1996.Pengantar
bisnis 1.Jakarta: Gunadarma
buruk.
BalasHapus